Syair Doa Abu Nawas – Al I’tiraf (Sebuah Pengakuan)

ha5nnmbisjtlmrwysumzAbu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Oleh masyarakat luas Abu Nawas dikenal terutama karena kecerdasan dan kecerdikan dalam melontarkan kata-kata, sehingga banyak lahir anekdot jenaka yang sarat dengan hikmah.
Lukisan Abu Nawas Berikut ini salah satu karya besarnya sebagai seorang penyair: Al-I’tiraaf – Sebuah pengakuan.

ِإِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi

Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim

فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم

Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar

ذنوبِي مِثلُ أَعْدَادٍ الرّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَاذَاالجَلاَل

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali

Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذنْبِي زَائِدٌ كَيفَ احْتِمَالِي

Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali

Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya

َإلهي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذنوبِ وَقَدْ دَعَاك

Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka

Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu

َفَإِنْ تَغْفِرْ فَأنْتَ لِذاك أَهْلٌ # فَإنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاك

Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka

Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Iklan

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mu’minuun ayat 1-11

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun (Orang-orang Yang Beriman)

alqur'anmulia

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minuun (Orang-orang Yang Beriman)
Surah Makkiyyah; surah ke 23: 118 ayat

tulisan arab alquran surat al mu'minuun ayat 1-11bismillaaHir rahmaanir rahiim
“Dengan menyebut Nama Allah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang.”
“1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, 3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, 4. dan orang-orang yang menunaikan zakat, 5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. 7. Barangsiapa mencari yang di balik itu Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. 8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. 9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. 10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, 11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 1-11)

Firman Allah: qad aflahal mu’minuun (“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman”) maksudnya mereka telah mendapatkan kemenangan, kebahagiaan, serta memperoleh keberuntungan…

Lihat pos aslinya 1.048 kata lagi

17 Amalan Penghapus Dosa

Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hambaNya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya dijelaskan dalam Al Qur’an dan sebagiannya lagi dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke masjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya wahai rasululloh. Beliau berkata: menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah kemasjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath” (HR Muslim dan Al Tirmidzi).

Juga dalam sabda beliau yang lain:
“Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat sholat dengan niatan hanya untuk sholat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa” (HR. Al Tirmidzi).

  1. Puasa hari Arafah dan A’syura’, dalilnya:
    “Nabi Bersabda Shallallahu’alaihi Wasallam: Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yang sebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu” (HR. At Tirmidzi dan di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 3853)
  2. Shalat Tarawih di bulan Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Siapa yang menegakkan romadhon (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

  3. Haji yang mabrur, dengan dalil:
    “Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari)

dan sabda beliau:
“Haji mabrur balasannya hanyalah surga” (HR. Ahmad).

  1. Memaafkan hutang orang yang sulit membayar, dengan dalil:
    “Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan didunia? Ia menjawab: Wahai Rabb kamu telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini” (HR. Muslim).
  • Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa, dengan dalil:
    “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia” (HR Al Tirmidzi dan Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no. 97.)

  • Memberi salam dan berkata baik, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik” (HR Al Kharaithi dalam Makarim Al Akhlak dan di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, no. 1035)

  • Sabar atas musibah, sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad, dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).

  • Menjaga shalat lima waktu dan jum’at serta puasa Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah:
    “Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)

  • Mengumandangkan adzan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya” (HR Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih AL Jaami’ no. 1929)

  • Shalat wajib, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    ”Apa pendapat kalian sekiranya ada sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian, dia mandi setiap hari 5 kali, apakah tersisa kotorannya? Mereka (para Sahabat) berkata:”Tidak tersisa dari kotorannya sedikit pun.”Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”itu seperti shalat lima waktu, menjadi sebab Allah hapus dosa-dosa.”(HR.al-Bukihari dan Muslim. Lihat Fathul Bari 2/11)

  • Memperbanyak sujud, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
    “Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa)” (HR Muslim).

  • Shalat malam, dengan dalil:
    “Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah adat orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa” (HR Al Haakim, dan dihasankan Al Albani dalam Irwa’ Al Ghalil 2/199).

  • Berjihad dijalan Allah, dengan dalil:
    “Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang” (HR Muslim)

  • Mengiringi haji dengan umrah, dengan dalil:
    “Iringi haji dengan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi” (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no,2899)

  • Shadaqah, dengan dalil:
    إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
    “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah: 271)

  • Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun bersabda:
    “Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api” (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya dan di-shahih-kan Al Al Bani dalam Takhrij Musykilat Al faqr no. 117)

    1. Menegakkan hukum pidana sesuai syariat Islam, dengan dalil:
      “Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut” (HR Al Haakim dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no,2732)

    Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.

    Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
    Artikel UstadzKholid.Com

    Tambahan:

    1. Membaca dzikir-dzikir penghapus dosa,
      Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , beliau bersabda:

    « مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ ».
    ”Barang siapa yang ketika mendengar adzan membaca:

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا
    maka akan diampuni dosanya.(Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 4/331)

    Dan barang siapa yang membaca:

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
    dalam sehari 100 kali, dihapuskan kesalahannya walaupun seperti buih di lautan. (HR. al-Bukhari dan Muslim. Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 17/20)

    Dan dalam Shahih Muslim juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

    « مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ ».

    “Barang siapa yang bertasbih selesai shalat 33 kali, bertahmid 33 kali, bertakbir 33 kali maka itu 99 kali dan menggenapkannya seratus dengan kalimat:
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
    diampunilah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di laut.”(Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi 5/99)

    Dari Mu’adz bin Anas (dari bapaknya) radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa yang makan lalu membaca:
    الحمد لله الذي أطعمني هذا ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة
    (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan aku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR.at-Tirmidzi, dihasankan oleh al-Albani rahimahullah)
    Dan barang siapa yang memakai pakaian lalu membaca:
    لحمد لله الذي كساني هذا و رزقنيه من غير حول مني و لا قوة
    (Segala puji bagi Allah yang telah memberi pakaian kepadaaku dan memberi rizki tanpa daya dan kekuatanku), diampuni dosanya yang telah lalu.”(HR.Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

    http://www.alsofwah.or.id/cetakhadits.php?id=203

    Tafsir Ash-Shaf ayat 10 – 13

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10 تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11 يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12 وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13

    (10) Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (11) (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, (12) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.(13) Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

    Tafsir Ibnu Katsir

    Telah dikemukakan dalam hadits ‘Abdullah bin Salam, bahwa para Sahabat radhiallahu ‘anhum pernah hendak bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang amal perbuatan yang paling disukai Allah ‘azza wa jalla sehingga mereka dapat mengerjakannya. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan surat ini, diantaranya adalah ayat ke 10 ini. “Hai orang-orang yang beriman! Sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih?” Kemudian Dia menjelaskan perniagaan besar yang dapat mengantarkan kepada tujuan dan menghindarkan bahaya, dengan firmannya pada ayat yang ke 11, “(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.” Yakni, lebih baik daripada perniagaan dunia dan bersusah paya serta berusaha untuknya saja.
    Selanjutnya, Allah Ta’ala berfirman pada ayat yang ke 12, “Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu.” Yakni, jika kalian mengerjakan apa yang Aku perintahkan dan tunjukkan kepada kalian, maka Aku akan ampuni kesalahan dan dosa kalian dan aku masukkan kalian ke dalam Surga, tempat tinggal yang bagus dan derajat yang tinggi. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman, “Dan memasukkanmu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkanmu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”
    Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman dalam ayat ke 13, “Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai.” Maksudnya, Aku (Allah) akan memberikan tambahan lain yang kalian sukai, yaitu berupa, “Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya).” Yakni jika kalian berperang dijalan-Nya dan menolong agamanya, niscaya Dia akan menjamin kemenangan bagi kalian.
    Dan firman-Nya, “Dan kemenangan yang dekat.” Maksudnya, akan datang dengan segera. Dan tambahan ini merupakan kebaikan dunia yang disertakan dengan kenikmatan akhirat bagi siapa saja yang menaati Allah dan Rasul-Nya serta menolong Allah dari agama-Nya. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”

    Tafsir DEPAG

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)
    Dalam ayat ini Allah mendorong kaum muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul yang diutus-Nya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu pandangan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.
    Ungkapan ayat di atas memberikan pengertian kepada kaum muslimin agar mereka suka memperhatikan dan melaksanakan perdagangan yang dimaksud Allah itu, jika mereka benar-benar menginginkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti.
    Kemudian disebutkan bentuk-bentuk perdagangan yang memberikan keuntungan yang besar itu, yaitu:

    Memperkuat iman di dada benar-benar percaya kepada yang wajib diimani, yaitu iman kepada Allah, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-rasul-Nya, kepada adanya Hari Kiamat serta kepada kada dan kadar Allah.

    Mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah bukan karena riya. Mengerjakan amal saleh adalah perwujudan iman seseorang, karena ingin melakukan segala sesuatu yang dituntut imannya itu.

    Berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Ada dua macam jihad yang disebut dalam ayat ini yaitu berjihad dengan jiwa raga dan berjihad dengan harta. Berjihad dengan jiwa dan raga ialah berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum muslimin. Berjihad dengan harta yaitu membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, seperti untuk biaya berperang, mendirikan mesjid, rumah sekolah, rumah sakit dan kepentingan umum yang lain.

    Di samping itu ada bentuk-bentuk jihad yang lain, yaitu berjihad menentang hawa nafsu, mengendalikan diri, berusaha membentuk budi pekerti yang baik pada diri sendiri, menghilangkan rasa iri dan sebagainya. Jihad-jihad yang terakhir inilah yang paling berat. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa iman dan jihad itu adalah perbuatan yang paling baik akibatnya, baik untuk diri sendiri, anak-anak, keluarga, harta benda dan masyarakat, jika manusia itu memahami dengan sebenar-benarnya.

    يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12)
    Jika manusia beriman, mengakui kebenaran Rasulullah SAW. dan berjihad di jalan Allah, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya, seakan-akan dosa itu tidak pernah diperbuatnya atau menjauhkannya dari perbuatan dosa itu, menyediakan tempat bagi mereka di dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tempat di dalam surga adalah tempat yang paling indah, paling menyenangkan hati orang yang berada di dalamnya.
    Diriwayatkan oleh At Tirmizi dan Al Hakim dan dinyatakan sahih dari Abdullah bin Salam bahwa ketika para sahabat Rasulullah duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang, di antara mereka ada yang berkata: “Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah pasti kami akan mengerjakannya”. Maka turunlah ayat ini yang menerangkan amal yang paling baik itu.
    Pada riwayat lbnu Abu Hatim dari Said bin Jubair dikemukakan bahwa ketika turun ayat 10 surah ini (Ya ayyuhal lazina……) kaum muslimin berkata: “Sekiranya kami mengetahui yang dimaksud tijarah (perdagangan) itu pasti kami akan ikut serta memberikan harta benda dan keluarga kami”. Maka Allah menurunkannya ayat ke 11 di atas.

    وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13)
    Dalam ayat ini diterangkan kemenangan yang lain yang akan segera diperoleh oleh Rasulullah SAW. dan kaum muslimin di dunia ini, yaitu mereka akan dapat mengalahkan musuh-musuh mereka, menaklukkan beberapa negeri dalam waktu yang dekat, memberikan kedudukan yang baik bagi kaum muslimin beserta kekuatan iman dan fisik, sehingga berkuasa di timur dan barat, dan agama Islam tersebar di seluruh dunia.
    Ayat ini termasuk ayat yang menerangkan kemukjizatan yaitu menerangkan sesuatu. yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Hal ini dipercayai betul oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, sehingga menumbuhkan kekuatan dan semangat yang hebat di kalangan kaum muslimin. Maka dalam sejarah terlihat dan terbukti bahwa dalam waktu yang sangat singkat agama Islam telah dianut oleh sebahagian penduduk dunia waktu itu, sejak dari ujung barat Afrika sampai ujung timur Indonesia dari Maroko ke Merauke dan dari Asia Tengah di utara sampai ke Afrika selatan.
    Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menyampaikan kepada kaumnya (muslim) mengenai keuntungan yang akan mereka peroleh dari perdagangan itu dan kemenangan-kemenangan yang akan dicapai dalam waktu yang dekat.

    Tafsir Jalalain

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10)
    (Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian) dapat dibaca tunjiikum dan tunajjiikum, yakni tanpa memakai tasydid dan dengan memakainya (dari azab yang pedih) yang menyakitkan; mereka seolah-olah menjawab, mengiyakan. Lalu Allah melanjutkan firman-Nya:

    تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)
    ( Yaitu kalian beriman) artinya kalian tetap beriman (kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui) bahwasanya hal ini lebih baik bagi kalian, maka kerjakanlah.

    يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12)
    (Niscaya Allah akan mengampuni) menjadi jawab dari syarat yang diperkirakan keberadaannya; lengkapnya, jika kalian mengerjakannya, niscaya Dia akan mengampuni (dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan memasukkan kalian ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn) sebagai tempat menetap. (Itulah keberuntungan yang besar).

    وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13)
    (Dan) Dia memberikan kepada kalian nikmat (yang lain yang kalian sukai, yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman) yaitu berita tentang mendapat pertolongan dan kemenangan.

    copas muhammadhaydar.wordpress.com

    Adab Berbicara, Berdebat dan Memberi Pendapat

    ADAB BERBICARA

    1. Semua perbicaraan harus kebaikan, dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan: “Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
    2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadis Aisyah ra:
      “Bahawasanya perkataan Rasulullah SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)

    3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui erti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)

    4. Menghindari banyak berbicara, kerana khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:

    “Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami pada setiap hari Khamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai Abu Abdurrahman (gelaran Ibnu Mas’ud) seandainya anda mahu mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku khuatir membosankan kalian, kerana akupun pernah meminta yang demikian pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab khuatir membosankan kami” (HR Muttafaq ‘alaih)
    5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah Nabi Muhammad SAW jika berbicara maka baginda mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila baginda mendatangi rumah seseorang maka baginda pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)
    6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diredhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keredhaan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadis hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
    7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:
    “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi) dan dalam hadis lain disebutkan sabda Nabi Muhammad SAW: “Aku jamin rumah di dasar syurga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah syurga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak syurga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)
    8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW: “Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
    9. Menghindari banyak bercanda(bergurau), berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)
    10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelaran yang buruk, berdasarkan ayat al-quran, Al-Hujjurat:11, juga dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
    “Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)
    Adab dan Sopan,Rabbani

    1. Menghindari dusta, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

    “Tanda-tanda munafik itu ada tiga, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)

    1. Menghindari ghibah(mengutuk) dan mengadu domba, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:

    “Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)

    1. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapanya berkata: Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka berkata Nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (dua kali), lalu kata baginda SAW: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun di sisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim) dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi Muhammad SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)

    ADAB MENDENGAR
    1. Diam dan memperhatikan (ayat al-quran, Qaf:37)
    2. Tidak memotong/memutus pembicaraan
    3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)
    4. Tidak menyela perbicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.
    5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara

    ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU
    1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian
    2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal
    3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara
    4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih

    1. Menghindari terjadinya perdebatan sengit

    2. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan isi benarnya terlebih dulu sebelum memberi komen yang salah

    3. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat

    4. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi

    5. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikhuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya

    6. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.

    Kisah Burung Pipit Dan Nabi Ibrahim a.s

    NEGARA Babylon adalah negeri yang aman dan makmur. Raja yang memerintah negeri itu ialah Raja Namrud bin Kan’an. Negeri Babylon ini mempunyai tanah yang luas dan subur.

    Raja Namrud memerintahkan rakyatnya mengukir patung-patung berhala. Mereka menganggap patung-patung itu adalah Tuhan.

    Ketika itu, Nabi Ibrahim diutus untuk menyeru keluarganya dan kaumnya supaya meninggalkan penyembahan berhala. Tetapi mereka tidak mengendahkannya.

    Akhirnya, Nabi Ibrahim pergi ke istana Raja Namrud. Baginda mahu menemui Raja Namrud dan pembesar-pembesarnya. Baginda mahu penyembahan berhala dihentikan. Raja Namrud dan pengikutnya tidak mengendahkannya.

    Pada setiap tahun, rakyat Babylon akan menyambut perayaan secara besar-besaran. Pada hari tersebut mereka akan keluar menuju ke tempat perhimpunan. Ketika itulah Nabi Ibrahim menjalankan rancangannya.

    Selepas mereka keluar menyambut perayaan, Nabi Ibrahim masuk ke tempat penyembahan mereka. Baginda memecahkan patung-patung berhala kecuali patung yang paling besar.

    Kemudian baginda menggantungkan kapak tadi di leher patung yang paling besar itu.

    Selepas itu pulanglah semua orang daripada menyambut perayaan. Mereka pergi ke tempat berhala itu untuk menyembahnya. Alangkah terkejutnya mereka apabila didapati semua tuhan-tuhan mereka telah hancur dan berselerakan di atas lantai.

    Mereka mencari Nabi Ibrahim dan menangkapnya. Raja Namrud mahu Nabi Ibrahim dibawa ke hadapan orang ramai supaya menjadi saksi atas perbuatan jenayahnya. Raja Namrud memerintahkan Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup.

    Raja Namrud memerintahkan seluruh rakyatnya mengumpul kayu-kayu. Setelah satu timbunan kayu api yang besar dilonggokkan, api pun dinyalakan. Nabi Ibrahim diikat dan diletakkan di atas pelontar lalu dicampakkan ke dalam api yang marak itu.

    Ketika Nabi Ibrahim dibakar, burung-burung yang berterbangan juga menyaksikan peristiwa tersebut. Ada seekor burung pipit yang berasa kasihan melihat baginda yang dibakar hidup-hidup itu. Burung pipit itu mahu menolong Nabi Ibrahim.

    Burung pipit itu terbang mencari air. Ia menyedut dan menyimpan air tersebut di dalam paruhnya yang kecil itu. Burung-burung lain kehairanan melihat perlakuan burung pipit.

    “Wahai pipit, apa yang engkau mahu lakukan?” tanya burung-burung yang lain.

    “Aku mahu membantu Nabi Ibrahim. Aku mahu padamkan api yang membakar Nabi Ibrahim,” jawab burung pipit.

    “Macam mana kamu mahu padamkan api itu. Kamu tidak mampu membawa air yang banyak. Paruh yang kamu ada itu kecil. Sia-sia saja usaha kamu itu,” kata burung lain pula.

    Walau bagaimanapun, burung pipit tidak berputus asa dan meneruskan usahanya untuk membantu Nabi Ibrahim. Lalu ia membawa air yang disimpan di dalam paruhnya itu ke arah api yang marak. Dengan izin Allah, api yang marak itu semakin berkurangan. Itu sahaja yang ia mampu untuk membantu Nabi Ibrahim. Walaupun sedikit sahaja pertolongannya, ia berpuas hati. Sekurang-kurangnya ia dapat membantu Nabi Ibrahim.

    Setelah kayu-kayu itu menjadi bara, maka orang ramai menghampiri unggun api yang telah menjadi bara. Burung pipit itu berasa gembira. Keyakinan burung pipit terhadap kekuasaan Allah semakin kuat dan terbang dengan penuh kesyukuran.

    Orang ramai yang berada di situ berasa terkejut apabila melihat Nabi Ibrahim keluar daripada bara api itu seperti sediakala. Badannya sedikitpun tidak melecur.

    Kisah Iblis Bertemu Rasulullah SAW

    Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:

    “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan memerlukanku. ”

    Rasulullah bersabda : “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

    Kami menjawab : “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

    Beliau melanjutkan, “Itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

    Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

    Nabi menahannya :” Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

    Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..

    Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad…. Salam untukmu para hadirin…”

    Rasulullah SAW lalu menjawab : “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? ”

    Iblis menjawab : “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemahuanku, namun kerana terpaksa.”

    “Siapa yang memaksamu? ”

    “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:

    “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

    “Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

    ORANG YANG DIBENCI IBLIS

    Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

    Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

    “Siapa selanjutnya? ”

    “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

    “Lalu siapa lagi?”

    “Orang Alim dan wara'”

    ” Lalu siapa lagi?”

    “Orang yang selalu bersuci.”

    “Siapa lagi?”

    “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”

    “Apa tanda kesabarannya? ”

    ” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”

    “Selanjutnya apa?”

    “Orang kaya yang bersyukur.”

    “Apa tanda kesyukurannya ?”

    “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”

    “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

    “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

    “Umar bin Khattab?”

    “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. ”

    “Usman bin Affan?”

    “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”

    “Ali bin Abi Thalib?”

    ” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mahu melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

    AMALAN YANG DAPAT MENYAKITI HATI IBLIS

    “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?”

    “Aku merasa panas dingin dan gementar. ”

    “Kenapa?”

    “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat.”

    “Jika seorang umatku berpuasa?”

    “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”

    “Jika ia berhaji?”

    “Aku seperti orang gila. ”

    “Jika ia membaca al-Quran?”

    “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.”

    “Jika ia bersedekah?”

    “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

    “Mengapa jadi begitu? ”

    “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya… Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

    “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

    “Suara kuda perang di jalan Allah.”

    “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

    “Taubat orang yang bertaubat.”

    “Apa yang dapat membakar hatimu?”

    “Istighfar di waktu siang dan malam.”

    “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

    “Sedekah yang diam – diam. ”

    “Apa yang dapat menusuk matamu?”

    “Solat fajar(subuh).”

    “Apa yang dapat memukul kepalamu? ”

    “Solat berjamaah.”

    “Apa yang paling mengganggumu? ”

    “Majlis para ulama.”

    “Bagaimana cara makanmu?”

    “Dengan tangan kiri dan jariku.”

    “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

    “Di bawah kuku manusia.”

    MANUSIA YANG MENJADI TEMAN IBLIS

    Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

    “Pemakan riba.”

    “Siapa sahabatmu?”

    “Penzina.”

    “Siapa teman tidurmu?”

    “Pemabuk..”

    “Siapa tetamumu? ”

    “Pencuri.”

    “Siapa utusanmu?”

    “Tukang sihir.”

    “Apa yang membuatmu gembira?”

    “Bersumpah dengan cerai.”

    “Siapa kekasihmu? ”

    “Orang yang meninggalkan solat jumaat”

    “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? ”

    “Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja.”

    Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

    Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. ”

    Iblis segera menimpali :” Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.

    Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca, yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

    “Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

    “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

    IBLIS DIBANTU OLEH 70000 ANAK-ANAKNYA

    Tahukah kamu Muhammad, bahawa aku mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaitan.

    Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebahagian untuk menggangu anak – anak muda, sebahagian untuk menganggu orang – orang tua, sebahagian untuk menggangu wanita – wanita tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

    Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.

    Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

    Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

    Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

    Syaitan juga berkata, “Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.

    Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

    Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

    Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

    Cara Iblis Menggoda

    Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

    Akulah makhluk pertama yang berdusta.

    Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

    Tahukah kau Muhammad?

    Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.

    Sumpah dusta adalah kegemaranku.

    Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.

    Kesaksian palsu kegembiraanku.

    Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.

    Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.

    Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’,

    Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘solatmu tidak sah’.

    Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.

    Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.

    Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

    Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.

    Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

    Dan diapun semakin taat padaku.

    Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.’

    Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

    Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

    Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

    10 PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH

    “Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

    “10 macam”

    “Apa saja?”

    Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

    Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

    Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

    Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

    Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.

    Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.

    Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

    Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

    Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

    Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

    Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. ” (QS Al-Isra : 27)

    Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.

    Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

    Allah menjawab, “Silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

    Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bolej menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda.”

    Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

    Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

    Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

    Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

    Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

    Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)

    Juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

    Iblis lalu berkata : ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”

    Kisah Pemuda Hidup Selama 17 Tahun Dalam Kubur

    Cerita seorang pemuda yang hidup selama 17 tahun dalam kubur? Ni cerita betul. Jangan ingat dia tinggal di tempat yg dekat dgn kawasan kubur. Tidak! Bukan macam yg kamu fikirkan. Dia tak tinggal di tempat yg dekat dgn kubur tapi dia memang betul2 tinggal di dalam lubang kubur. Ni bukan kisah seram malam jumaat tapi ini kisah benar yg berlaku dlm masyarakat kita.

    Macam mana ceritanya?

    Kamu semua mungkin tak akan percaya cerita ni, sebab pemuda ni lahir dari keluarga berada. Ayah dan ibunya orang yang terhormat dan memiliki kekayaan yang melimpah ruah. Dalam pandangan masyarakat, kedua orang tua pemuda ini adalah orang tua yang sempurna namun orang hanya boleh menilai apa yang nampak di mata saja.

    Orang ramai tak tahu yg kedua orang tua dihormati inilah yang memasukkan anaknya ke dalam lubang kubur dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kubur.

    Setiap hari sejak dia dilahirkan, si anak makan, minum dan tidur di dalam lubang kubur yang penuh kegelapan itu. Tiada langsung rasa bersalah dalam diri mereka atas perbuatan mereka.

    Si anak hanya boleh menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa membantah sedikit pun. Menjelang ulang tahun kelahiran si anak itu yang ke-17, kedua orang tuanya berjanji akan memenuhi apa pun permintaan si anak sempena hadiah hari lahirnya.

    Si anak pun berfikir, inilah masanya dia ingin meminta satu permintaan yg didambakannya selama ini. Dia tak ingin lagi tinggal di lubang kubur itu, walaupun diberi makan dan pakaian yg cantik tapi dia tak mahu selamanya hidup di dalam lubang kubur. Tapi apakah orang tuanya akan memenuhi permintaannya?

    Hari itu pun tiba. Si anak menyambut hari lahirnya yang ke-17. Kedua orang tuanya datang menghampiri dan bertanyakan hadiah apa yang dia inginkan.

    Si anak menjawab, “Ayah, Ibu…saya tak mahu minta banyak, saya nak minta satu perkara saja.”

    “Apa, Nak? katakan saja, Ayah dan ibu pasti akan penuhi permintaanmu.”

    “Janji?”, si anak meminta kepastian.

    “Tentu, nak. Ayah dan ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu..”

    “Ayah…Ibu…sebenarnya saya tidak mahu lagi tinggal di dalam lubang kubur ni.”

    “Apa? Apa maksud kata2mu itu nak?”, ayahnya bertanya kehairanan.

    “Ayah dah janji nak penuhi permintaan saya kan? dan hanya itu permintaan saya..”

    “Ya betul. Ayah dah janji…tapi…tapi ayah tak paham….”

    “Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tak pernah pun saya mendengar ayah atau ibu membaca Al-Qur’an. Sedangkan Rasulullah saw pernah mengatakan bahawa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya adalah seperti kuburan. Saya tak mahu tinggal di dalam kubur ni lagi..”

    Si ayah dan ibunya terdiam.

    “Ayah dan Ibu tak pernah mengajar saya bagaimana membaca Al-Qur’an. Ya..memang rumah ini mewah, besar dan orang ramai melihatnya sebagai istana yang gah. Tapi mereka tak tahu, bahawa di mata Rasulullah saw, rumah ini tak lebih macam kubur. Jika ayah dan ibu tak mahu menepati janji memenuhi permintaan saya tak mengapa tapi ajarlah saya membaca Al-Qur’an, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Qur’an.”

    Renungan untuk kita selepas baca cerita di atas : Selama ini di manakah kita ini makan, minum, tidur dan menetap? di rumah kayu? Rumah taman? Rumah banglo? atau di dalam lubang kubur? kerana Rasulullah saw mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya, rumah itu seperti kubur…

    copas>>>hmetroo.blogspot.co.id