Bolehkah Istri Tetap Bertahan Bersama Suami Yang Tidak Shalat?

Iklan

PELANGGARAN-PELANGGARAN SEPUTAR PERNIKAHAN YANG WAJIB DIHINDARKAN ATAU DIHILANGKAN

Komunitas Moslem Kulon Progo

nikah-or-nothing3

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

1. Pacaran
Sebelum melangsungkan pernikahan, sebagian besar orang biasanya ‘berpacaran’ terlebih dahulu. Hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu atau masa penjajagan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.

Dengan adanya anggapan seperti ini, maka akan melahirkan konsensus di masyarakat bahwa masa pacaran adalah hal yang lumrah dan wajar, bahkan merupakan kebutuhan bagi orang-orang yang hendak memasuki jenjang pernikahan. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berdua-duaan antara dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh. Perbuatan ini sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ.

“Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya.” [1]

Jadi, dalam Islam tidak ada kegiatan untuk berpacaran, dan berpacaran…

Lihat pos aslinya 1.919 kata lagi

Penjelasan Hadits: “Jangan Jadikan Rumah Kalian Sebagai Kuburan”

Nonton Film Porno Termasuk Perzinahan?

DI dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)

Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh Selain Kemaluan, artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.

Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu,”Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. Karena itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28)

Adakah Hukuman Bagi Orang Yang Menontonnya

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa tidak ada nash yang secara tegas menyebutkan bahwa orang yang melihat atau menyaksikan aurat orang lain, seperti menonton film porno ini dikenakan hukuman (hadd) akan tetapi si pelakunya harus diberikan ta’zir (diserahkan kepada Qadhi/hakim untuk memberikan sangsinya) dan tidak ada kewajiban baginya kafarat.

Ibnul Qoyyim mengatakan,”Adapun ta’zir adalah pada setiap kemaksiatan yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya. Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam :

  1. Kemaksiatan yang di dalamnya ada hadd dan kafarat.
  2. Kemaksiatan yang di dalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd
  3. Kemaksiatan yang di dalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.

Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri, minum khomr, zina dan menuduh orang berzina. Sedangkan contoh dari macam kedua adalah berjima’ pada siang hari di bulan Ramadhan, bersetubuh saat ihram.Dan contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang dimiliki bersama antara dia dan orang lain, mencium orang asing dan berdua-duaan dengannya, masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung, memakan daging bangkai, darah, babi dan yang sejenisnya. (I’lamul Muwaqqi’in juz II hal 183)

Wallahu A’lam.

Sumber: http://www.islampos.com/nonton-film-porno-termasuk-perzinahan-149037/

Nasihat Imam Syafi’i untuk Para Pencari Ilmu

SAUDARAKU,

Imam Syafi’i, ulama besar itu, berpesan:

Di antara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya.
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan kehormatannya.

Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia akan mendzoliminya.

Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini: Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa. Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama. Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Saudaraku, lebih jauh Imam Syafi’i juga berpesan:

Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.

Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.

Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.

Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.

Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelsi itu.

[Dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Shalihan (Terj. Begini Seharusnya Mendidik Anak), Al-Maghrbi bin As-Said Al-Maghribi, Darul Haq/ruangfana]

Sumber: http://www.islampos.com/nasihat-imam-syafii-untuk-para-pencari-ilmu-141606/

Hanya 2 ribu ya?

ceritaelvia

Inikah yang mereka bilang “hanya 2ribu?”
Ini adalah sepenggal kisah yang diceritakan oleh Ibu Ernydar Irfan, yang
saya baca dari sharing di wall bang Harry Sufehmi . Saya mengedit tanda
baca, tanpa mengubah isinya. Semoga menginspirasi.
Miskin Tidak Harus Mengemis
Hari ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko,
“Bu… beli kue saya… belum laku satupun… kalau saya sudah ada yang
laku, saya enggak berani ketuk kaca toko ibu… ”
Saya persilakan dia masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir
kurma saya sajikan untuknya.
“Ibu bawa kue apa?” tanya saya
“Gemblong, getuk, bintul, gembleng bu” jawabnya
Saya tersenyum dan berkata,
“Saya nanti beli kue ibu… tapi ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu,
muka ibu sudah pucat”
Dia mengangguk dan melanjutkan bicara,
“Kepala saya sakit bu.. pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit,
suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali.
Makanya saya…

Lihat pos aslinya 429 kata lagi

20 Tempat Wisata Di Kabupaten Batubara

20140814001830140795031053eb9de62866e0Kabupaten Batubara merupakan bagian dari provinsi Sumatera Utara. Memiliki keindahan dan pesona adalah ciri khas dari daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku Melayu ini. Kabupaten Batubara tidak hanya memiliki wisata alam, akan tetapi wisata sejarah dan budaya adalah tujuan wisatawan baik domestik maupun internasional ke kawasan ini. Destinasi wisata Batubara tentu saja menambah sektor Pariwisata Kabupaten yang tak jauh dari Selat Melaka ini.

Beberapa destinasi wisata yang layak anda kunjungi bila mengadakan wisata ke Batubara adalah sebagai berikut:

  1. Sumur Bor Simpang Dolok
    Wisata heritage di kab Batubara ini merupakan peninggalan sejarah dari negara Belanda yang pada masa itu menjajah Indonesia.
  2. Kubah Datuk Batubara
    Kubah datuk Batubara dikenal sebagai sejarah dan awal mula terbentuknya nama kabupaten dan kota Batubara. Berada di Kuala Gunung, Lima Puluh Kota

  3. Meriam Simpang Dolok
    Wisata Sejarah, meriam Simpang Dolok juga sama dengan dua meriam lainnya, Meriam Simpang Dolok adalah pemberian dari Kesultanan Siak yang ada di provinsi Riau.

  4. Kantor Camat Lama
    Bangunan ini merupakan sebuah bangunan tua yang masih terawat hingga kini, dibelakang bangunan terdapat sebuah istana yang dulunya didiami oleh kesultanan Lima Puluh.

  5. Pantai Sejarah
    Disebut sebagai pantai Sejarah karena pantai ini memiliki nilai history saat penjajahan Jepang tengah menguasai kawasan Batubara kala itu. Pantai dengan suguhan pasir putih ini dahulunya dilalui oleh Jepang ketika mereka pertama kali melakukan ekspansi.

Istana-Lima-Laras16. Istana Niat Lima Laras
Wisata Budaya, Menjadi kebanggaan dari masyarakat Melayu yang tinggal di kabupaten Batubara. Memiliki keindahan pada design arsitektur yang dirancang khusus oleh seorang arsitek berkebangsaan asing.

  1. Situs Pekuburan Mesjid Lama
    Wisata Sejarah, Kesultanan di Batubara dapat disandingkan dengan Kesultanan Melayu di tanah Deli. Situs pekuburan Mesjid Lama adalah areal pemakaman Sultan Datuk Abdul Jalil dan ayahnya.
  • Pulau Pandang
    Wisata bahari, objek wisata yang satu ini adalah trade mark dari Pariwisata kab Batubara. Kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri menjadi area bahari yang begitu menggoda untuk dijelajahi.

  • Mesjid Indra Pura
    Wisata religi dan sejarah, Mesjid Indrapura dikenal sebagai peninggalan kesultanan Indrapura di kabupaten Batubara pada tahun 1920.

  • Meriam Nanas Siam
    Wisata Sejarah, Meriam peninggalan bersejarah ini berada di desa Nanas Siam kecamatan Madang Deras. Objek wisata ini dipugar oleh pemerintah kaena memiliki nilai historis tersendiri.

  • Pulau Salah Namo
    Wisata bahari, Pulau Salah Namo adalah satu dari 2 pulau yang berada di sekitar kawasan Selat Melaka Batubara. Memiliki panorama nan indah dan memukau pulau ini merupakan pulau terluar di Indonesia

  • Pantai Wisata Alam
    Wisata bahari, pantai indah nan mempesona ini lebih dikenal dengan nama Pantai Datuk Kota Sungai Pasir. Pantai ini mungkin menjadi salah satu pilihan bagi anda yang menyukai ketenangan karena masih jarang dikunjungi oleh wisatawan.

  • Meriam Bogak
    Meriam Bogak berada di Tanjung Tiram, sebuah kawasan di kabupaten Batubara yang menjadi pusat transportasi laut kab Batubara. Memiliki legenda yang unik sehingga kerap diadakan ritual.

  • Pantai Jono/Perjuangan
    Wisata Bahari, bila Pantai Bunga sudah kerap dikunjungi, maka Pantai Jono atau Perjuangan lebih dikenal dan diminati karena sudah dibuka sejak lama. Pantai ini berada di Lalang, Akses yang mudah adalah alasan mengapa banyak pengunjung memilih tempat ini.

  • Istana Indra Pura
    Wisata Sejarah, Istana Indra Pura adalah bagian yang tak terpisahkan dari Kesultanan Indra Pura. Meski kini sistem kesultanan tidak lagi dianut, akan tetapi keberadaaan Istana Indrapura akan memberikan pengetahuan luas bagi para pengunjung.

  • Benteng Jepang
    Penjajahan Jepang di Batubara dimulai dari Benteng strategis di Lima Puluh. Selat Melaka sebagai wilayah dari kesultanan Batubara dan Lima Puluh tentu menjadi kawasan penting dalam hal transportasi laut.

  • Pantai Bunga
    Wisata bahari, menjadi objek wisata yang paling kerap dikunjungi oleh wisatawan karena letaknya yang tidak jauh dari ibukota kabupaten. Memiliki fasilitas standard, Pantai Bunga memiliki keindahan alam yang masih belum terjamah.

  • Komplek Mesjid Padang Genting
    Wisata Religi ini adalah peninggalan dari kerajaan Batubara. Saksi bisu kejayaan dari kesultanan Melayu pada masa dulu. Hingga kini mesjid ini masih terawat dengan sangat baik.

  • Danau Lau Tador
    Wisata Alam di Batubara yang satu ini kini semakin dikembangkan untuk menarik minat wisatawan setelah terabaikan begitu lama. Kini anda dapat menikmati Danau Lau Tador bersama keluarga. Beberapa faslititas standard sudah disediakan oleh pihak pengelola.

  • Meriam Datuk Simuangsa 2
    Meriam Datuk Simuangsa 2 adalah objek wisata sejarah, cagar budaya yang terletak di komplek Mesid Lamo Talawi. Peninggalan dari Datu Simuangsa yang pernah menjadi seorang sultan di kawasan Pesisis.
    Baca Selengkapnya…

  • Semoga informasi tersebut dapat membantu kamu mendapatkan informasi terkait tentang Pariwisata Kabupaten Batubara.

    Sumber: http://www.pariwisatasumut.net/2014/11/20-tempat-wisata-di-kabupaten-batubara.html

    Istana Niat Lima Laras – Telusur Kebudayaan Melayu Pesisir

    Istana-Lima-Laras1Tak akan ada yang besar bila tak menghargai sejarah, pepatah lama yang mungkin terabaikan oleh kita. Begitu juga dengan salah satu destinasi wisata di Batubara ini. Istana Niat Lima Laras.

    Didirikan oleh Datuk Muhammad Yuda pada tahun 1883 hingga berakhir pada tahun 1919, istana ini menjadi pusat ekonomi, pemerintahan dan sosial dimana pada saat itu sistem kesultanan masih berlaku seperti di kawasan yang mayoritas penduduknya bersuku Melayu lainnya di Indonesia.

    Sejarah Kesultanan Di Istana Niat Lima Laras
    Situs peninggalan dari kesultanan yang terletak di kabupaten Batubara ini menghantarkan kita kepada sejarah yang sedikit terlupakan, tak banyak yang tahu bahwa istana Niat Lima Laras tidak kalah jauh epic dengan istana Maimun (Istana Deli) di Medan. Sejarah kesultanan Melayu Pesisir di Batubara mencapai puncak kejayaanya ketika dipimpin oleh sultan ke-sebelas yakni Datuk Muhammad Yuda dan sultan ke-duabelas bernama Datuk Muda Abdul Roni. Pengaruh kesultanan Niat Lima Laras bahkan sampai ke tanah Jawa di Simalungun dan pulau Bandreng di Asahan.

    Bentuk Istana Niat Lima Laras
    Berarsiktektur perpaduan Melayu, Eropa dan Cina dengan rumah panggung. Nuansa kuning yang merupakan salah satu perlambang Melayu di dunia mendominasi warna istana. Terdiri dari dua lantai yang mana lantai dasar digunakan sebagai tempat bermusyawarah ketika itu dan lantai dua digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kesultanan. Memiliki luas 40×35 meter persegi dengan luas lahan mencapai 102 x 98 meter.

    Rute Menuju Istana Niat Lima Laras
    Dari kota Medan dapat menggunakan transportasi roda dua atau roda empat menuju kabupaten Batubara. Bila anda menggunakan angkutan umum silahkan menggunakan bus Sartika, Putra Melayu atau bus lintas Sumatera yang melewati Batubara. Sesampainya di Batubara silahkan menggunakan jasa angkutan betor (becak bermotor).

    Sumber: http://www.pariwisatasumut.net/2014/08/istana-niat-lima-laras-telusur.html

    Pesona Keindahan Pulau Salah Namo

    20140814001830140795031053eb9de62866e0Provinsi Sumatera Utara, ternyata memiliki banyak tempat wisata yang menyimpan keindahan alam bawah laut. Salah satu yang paling eksotis adalah alam bawah laut, di Pulau Salah Namo (Pulau Salah Nama), di Kabupaten Batubara. Pulu Salah Nama ini merupakan pulau terluar di ProVinsi Sumatera Utara, yang berbatas dengan Pulau Berhala, Kabupaten Rokan Hilir ProVinsi Riau. Selain keindahan alam bawah laut, pantai di Pulau Salah Namo ini tak eksotisnya. Tepian yang penuh bebatuan, melengkapi keindahan pulau tersebut. Sesekali terlihat pemandangan ketika ombak Selat Malaka menghempas pasir bibir pantai, di pulau yang tak berpenghuni ini. Mengunjungi Pulau Salah Nama, dapat menaiki perahu bermotor dari dermaga Tanjung Tiram. Waktu tempuh dari dermaga menuju pulau tersebut lebih kurang memakan waktu satu jam. Soal transportasi tidak perlu khwatir, karena ada boat nelayan, yang senantiasa selalu setia menanti para penumpangnya di dermaga Pelabuhan Tanjung Tiram. Selama di perjalanan para wisatawan bisa menikmati pemandangan laut luas yang membentang. Sampan-sampan nelayan pun terlihat hilir mudik untuk mencari tangkapan ikan. Di pulau Salah Nama, terlihat bangunan tower telekomunikasi berdiri tegak, di puncak bukit yang dihuni berbagai jenis satwa. Pada malam, pemandangan dari kilauan lampu perahu nelayan yang menangkap sotong dan cumi-cumi, membuat suasana kian asyik. Berjalan menaiki puncak bukit di Pulau Salah Nama ini, terlihat pemandangan yang luar biasa. Terik matahari tidak terasa, karena wisatawan dapat berteduh di bawah rimbunnya pepohonan. Bupati Batubara, H.OK.Arya Zulkarnain, SH,MM, sangat respek dengan tujuan wisata Pulau Salah Nama ini. Guna memenuhi fasilitas objek wisata, khususnya alat transportasi laut, Pemkab Batubara menganggarkan belanja pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Batu Bara tahun 2014 dan R-APBD Batu Bara tahun 2015. Asal usul nama “Pulau Salah Nama” ini sebenarnya sedikit unik, karena bentuknya sepeti klitoris. Namun, belakangan masyarakat nelayan menyadarinya, dan mengganti nama pulau itu dengan “Pulau Salah Nama”.

    Sumber: http://travel.kini.co.id

    Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Batu Bara

    300px-Lokasi_Sumatera_Utara_Kabupaten_Batu_Bara.svgProvinsi Sumatera Utara
    Dasar hukum UU No. 5 Tahun 2007
    Tanggal 15 Juni 2007
    Ibu kota Limapuluh
    Pemerintahan
    – Bupati H. OK Arya Zulkarnaen, SH, MM
    – DAU Rp. 386.180.939.000,-(2011)[2]
    Luas 904,96 km2
    Populasi
    – Total 382,474 jiwa
    – Kepadatan 0,42 jiwa/km2
    Demografi
    Pembagian administratif
    – Kecamatan 7
    – Kelurahan 141 / 10

    hariansib_-OK-Arya-Bupati-Pertama-di-Indonesia-Dua-Kali-Berturut-Turut-Terpilih-dari-Jalur-IndependenKabupaten Batu Bara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang pembentukannya tanggal 8 Desember 2006. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 15 Juni 2007, bersamaan dengan dilantiknya Penjabat Bupati Batubara, Drs. H. Sofyan Nasution, S.H.
    Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan dan beribukota di Kecamatan Limapuluh.
    Kabupaten Batubara adalah salah satu dari 16 kabupaten dan kota baru yang dimekarkan pada dalam kurun tahun 2006.

    Kabupaten Batubara merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan dimana tujuh kecamatan di Kabupaten Asahan dikurangi dan dipindahkan wilayahnya menjadi wilayah Kabupaten Batubara. Kabupaten ini terletak di tepi pantai Selat Malaka, sekitar 175 km selatan ibu kota Medan. Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, Kabupaten Batubara termasuk ke dalam Karesidenan Sumatera Timur.

    Penduduk Kabupaten Batubara didominasi oleh etnis Melayu, kemudian diikuti oleh orang-orang Jawa, dan Suku Batak. Orang Mandailing merupakan sub-etnis Batak yang paling banyak bermukim disini. Pada masa kolonial, untuk memperoleh prestise serta jabatan dari sultan-sultan Melayu, banyak di antara orang-orang Mandailing yang mengubah identitasnya dan memilih menjadi seorang Melayu. Etnis Jawa atau yang dikenal dengan Pujakesuma (Putra Jawa Keturunan Sumatra) mencapai 43% dari keseluruhan penduduk Batubara.[3] Mereka merupakan keturunan kuli-kuli perkebunan yang dibawa para pekebun Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

    Selain itu orang Minangkabau juga banyak ditemui di kabupaten ini. Sejak abad ke-18, Batubara telah menjadi pangkalan bagi orang-orang kaya Minangkabau yang melakukan perdagangan lintas selat. Mereka membawa hasil-hasil bumi dari pedalaman Sumatra, untuk dijual kepada orang-orang Eropa di Penang dan Singapura.Seperti halnya Pelalawan, Siak, dan Jambi; Batubara merupakan koloni dagang orang-orang Minang di pesisir timur Sumatra.Dari lima suku (klan) asli yang terdapat di Batubara yakni Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga, dua di antaranya teridentifikasi sebagai nama luhak di Minangkabau, yang diperkirakan sebagai tempat asal masyarakat suku tersebut.

    Batas wilayah

    Utara Bandar Khalipah (Kabupaten Serdang Bedagai) dan Selat Malaka.
    Selatan Meranti (Kabupaten Asahan) dan Ujung Padang (Kabupaten Simalungun).
    Barat Bosar Maligas, Bandar, Bandar Masilam, Dolok Batunanggar (Kabupaten Simalungun) dan Tebingtinggi (Kabupaten Serdang Bedagai). Air Joman (Kabupaten Asahan) dan Selat Malaka.

    Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Batu_Bara