Fitnah syubhat dan syahwat

fitnahhhApabila kita memperhatikan penyebab lemahnya iman, kotornya dan segala hal yang menyebabkan turunya iman adalah karena banyaknya dosa dan kemaksiatan yang dilakukan, ataupun meninggalkan kewajiban yang telah ditentukan. Perusak iman sangat banyak dan beragam, namun menurut Imam Ibnu Abi ‘Izz Al-Hanafi kesemuanya itu bermuara pada dua hal yaitu: Syubhat dan Syahwat.

Pertama: Fitnah syubhat

Menurut Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah penyebab fitnah ini adalah lantaran lemahnya imam seseorang dan sedikitnya ilmu yang dimilikinya disamping niat yang rusak dan gelora mengikuti hawa nafsu yang membara dalam jiwanya.

Fitnah syubhat ini meliputi berbagai bidang garap, diantaranya adalah: yang pertama bidang aqidah.

Aqidah merupakan kekuatan keimanan seorang muslim. Dari kekuatan aqidah ini akan muncul semangat dalam jiwa seorang untuk mengaplikasikan bentuk-bentuk ibadah yang disyariatkan Allah kepada manusia. Oleh karenanya kemurnia aqidah merupakan hal yang sangat menentukan bagi diterima atau tidaknya suaut amal.

Allah tidak akan menerima amal seseorang yang aqidahnya menyimpang karena terkena fitnah syubhat dan di antara contoh fitnah syubhat yang paling berbahaya di bidang aqidah adalah fitnah kemusyrikan.

Memang, nampaknya secara langsung kita tidak mendapatkan ada seorang muslim yang nyata-nyata menyembah berhala, sujud kepada patung, atau menyembah pohon dan batu besar yang keramat. Namun ada beberapa fenomena yang secara ikhlas tampaknya tidak menyimpang, akan tetapi pada hakekatnya hal itu hukumnya sama seperti menyembah patung, dalam arti termasuk dalam perbuatan syirik. Seperti mengakui adanya kekuatan selain Allah, mengganti hukum Allah dengan hukum manusia, memasang jimat dan sesaji. Semua itu menyebabkan rusaknya tauhid dan aqidah kita lantaran syubhat-syubhat tersebut.

Sisi lain yang termasuk dalam fitnah syubhat dibidang aqidah adalah menjamurmnya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari aqidah yang benar, seperti Mu’tazilah, Khawarij, Syi’ah, Jabariyah, Jahmiyah dan aliran-aliran yang menyimpang lainya.

Masing-masing aliran keagamaan ini memandang bahwa aliran dan kelompok merekalah yang paling benar, sementara selain mereka adalah kelompok yang sesat. Dan untuk membenarkan ajaran mereka, merekapun mengadopsi dalil-dalil dari al-Quran dan as-Sunnah kemudian mencocokanya hawa nafsu mereka ambil, sementara yang bertentangan dengan hawa nafsu mereka, mereka campakan dan mereka singkirkan jauh-jauh.

Fitnah Syubhat yang kedua adalah fitnah syubhat dalam bidang ibadah.

Fitnah ini tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan fitnah yang pertama, karena fitnah ini akan menjerumuskan pelakunya ke jurang kesesatan. Pengertian fitnah syubhat dalam bidang ibadah adalah melakukan bentuk-bentuk ibadah tertentu yang sebenarnya tidak ada tuntunanya dari Rasulullah SAW lalu menyatakan hak itu adalah sunnah. Ringkasnya, fitnah syubhat dalam bidang ibadah adalah bid’ah.

Oleh karena itu, fitnah syubhat dalam bentuk ini lebih disukai oleh Iblis dari pada perbuatan maksiat yang dilakukakan oleh seseorang. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sufyan At-Sauri, Perbuatan bid’ah itu lebih disukai daripada perbuatan maksiat, karena orang yang melakukan perbuatan maksiat akan bertaubat sementara orang yang melakukan bid’ah tidak akan bertaubat dari kebid’ahanya.

Walhasil bid’ah adalah fitnah syubhat yang harus kita hindari agar ibadah kita kepada Allah benar-benar murni dan bersih dari noda-noda yang mengotorinya, karena semua jenis bid’ah dalam dien adalah sesat meskipun menurut pandangan kita adalah baik. Dalam hal ini Abdullah bin Umar berkata,”Setiap bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang memandangnya hal itu tampaknya baik.”

Adapun jenis fitnah yang kedua adalah: Fitnah Syahwat

Pengertianya adalah segala perbuatan yang dapat mengikis, mengotori dan melemahkan iman seseorang yang berasal dari hawa nafsu. Nama lain dari fitnah itu adalah maksiat.

Fitnah ini juga amat berbahaya, lantaran dapat merusak iman seseorang. Karena menurut aqidah dan keyakinan yang telah menjadi kesepakatan ulama ahlus sunnah wal jama’ah seperti yang dituturkan oleh Imam Al-Bukhari, Imam Ahmad dan lain-lainya, bahwa imam itu bertambah dan berkurang, bertambah kerena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.

Oleh karenanya, para salaf mengajak kita untuk berhati-hati terhadap hal ini, sebagaimana nasehat mereka yang patut untuk kita renungkan yaitu perkataan Ibnu Qoyyim beliau berkata,”Waspadalah kalian terhadap dua tipe manusia, pengikut hawa nafsu yang diperbudak dan pemburu dunia yang telah dibutakan (hatinya) lantaran dunia (yang telah diraihnya).

Orang yang terkena fitnah syahwat cenderung malas untuk beribdah, bahkan dalam kondisi imanya yang kritis ia tidak segan-segan untuk meninggalkan perintah Allah dan laranga-Nya. Terkadang ia sadar bahwa apa yang dilakukanya itu salah, namun karena bisikan dan dorongan hawa nafsunya lebih kuat, maka hal itu menjadikanya merasa ringan untuk mengabaikan perintah Allah, melalaikan kewajiban yang semestinya ia lakukan dan melanggar yang seharusnya ia jauhi.

Fitnah syahwat ini bermacam-macam bentuk dan jenisnya, diantaranya sebagaimana yang disebutkan dalam firma-Nya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(Ali-Imran: 14)

Orang yang bijak adalah orang yang mampu mengengkang dan menundukan hawa nafsunya dan beramal shalih sebanyak-banyaknya untuk menghadapi pertemuan dengan Allah. Ia sadar bahwa hidup di dunia ini adalah sementara, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat. Rasulullah SAW bersabda,

Orang yang bijak adalah orang yang mampu menundukan hawa nafsu, mengintropeksi dirinya dan beramal untuk menjadi bekal setelahnya. (HR. Ahmad, At-Trinidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Sumber: pondokalizzah.wordpress.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s