Tayyibah Taylor: Dunia Belum Lihat Keindahan Islam

tayyibah-taylor-_140908075605-182Tayyibah Taylor lahir di Trinidad di Karibia. Kedua orang tuanya berasal dari Barbados. Ketika berusia tujuh tahun, ayahnya memutuskan pindah ke Texaco, Kanada. “Jadi saya dibesarkan di Toronto, saya dididik di sana; Aku pergi ke University of Toronto,” ungkap Tayyibah, seperti dilansir onislam.net, Rabu (10/9).

Tayyibah rutin menghadiri gereja, meski dalam hatinya tidak sepakat dengan konsep trinitas yang menjadi doktrin gereja. Ketika usia remaja, Tayyibah mempelajari agama-agama dunia. Ia pelajari Islam, dan pernah mendatangi masjd. “Jujur saya kagum dengan suara Adzan,” kenang dia.

Tayyibah pernah bertanya kepada salah seorang temannya. “Seperti apa menjadi Muslim, apa yang Muslim percaya, tanya saya. Lalu teman saya mengatakan seorang Muslim itu percaya satu Tuhan, dan percaya terhadap Rasulullah SAW sebagai utusan Allah. Sayapun mengucapkan itu, saat itulah saya menjadi Muslim,” kata dia.

Keputusannya itu hanya merupakan awal dari perjalanan panjang Tayyibah menuju Muslim yang kaffah. Tayyibah berusaha keras untuk menjadi Muslim yang sebenarnya. Ia gunakan kemampuannya berpikir untuk lebih menelaah ajaran Islam.

“Saya pernah mendengar Nation of Islam. Tapi saya tidak pernah sepakat dengan itu. Mungkin, karena saya tidak pernah mengalami rasisme,” kata dia.

Setelah saya menjadi Muslim, hanya ada segelintir warga Kanada yang telah memeluk Islam, salah satunya adalah sepupunya. Ada juga Sheikh Abdullah Hakim. “Kami memiliki komunitas yang sangat kecil, kita ikuti debat, dan mendiskusikan Islam, mengkaji Alquran,” kata dia.

Pada awal 90-an, Tayyibah diundang guna menghadiri konferensi Muslimah di AS. Dari konferensi itu tercetuslah, majalah Azizah. Dari apa yang dijalani Tayyibah, ia melihat Muslimah membutuhkan asupan spritual, dukungan sosial dan intelektual.

Ia melihat keindahan Islam belum terlihat. “Saya pikir Islam akan bangkit kembali dengan prinsip-prinsip Amerika Utara yang menjujung keadilan dan kebebasan. Sehingga tidak ada dikotomi antara Islam dan Amerika,” kata dia.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/09/10/nbon13-tayyibah-taylor-dunia-belum-lihat-keindahan-islam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s