~ UNTUKMU WAHAI PARA ISTRI ~

Ummu Yasir|Syahrul|Hasna|Khansa|Tazkiya

image

Assallamu’alaikum wr wb…
Bismillah …

Wahai para istri, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:

“Apakah menyulitkanmu jika dirimu menemui suamimu ketika dia masuk kerumahmu, engkau menyambutnya dengan wajah yang ceria , manis dan penuh senyuman?!!

Wahai para istri, Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala disisi ALLAH Ta’ala. Ingat! ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian untuknya! Bercelaklah! Berpakaianlah yang terindah dengan busana yang bagus yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.

Ingatlah para istri! Janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut dihadapannya.

Jadilah engkau wahai istri yang selalu memiliki sifat lapang dada, tenang, bersahaja, ramah dan senantiasa mengingat ALLAH didalam segala keadaan.

Didiklah buah hatimu dengan baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, janganlah kebencianmu kepada anak-anakmu membuatmu tidak berlaku adil kepadanya, penuhilah rumahmu dengan, tasbih,takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca alqur’an, khususnya surah albaqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaithan.

Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkan dia…

Lihat pos aslinya 204 kata lagi

Iklan

Pidato Spektakuler Presiden Soekarno

images..
Semarang 29 Juli 1956
“Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara!!!”
Inilah pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956 yang spektakuler itu.
Di pidato penting ini Bung Karno menekankan bagaimana cara, supaya Indonesia menjadi bangsa yang berpikir besar, punya impian-impian dan fantasi besar, tidak kalah dari Amerika. Wajarlah bila Bung Karno begitu dikagumi oleh bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia. Selamat membaca.
“Saudara-saudara,
Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.
Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, “basically” – pada dasar dan hakekatnja – adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, “The Makers of History”. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.
Sebagai tadi saja katakan: Bahwa “World Prosperity”, “World Emancipation”, “World Peace”, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.
Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika – Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! – Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, “Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!”
Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telingasukarno-berpidato
Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.
Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu – terutama sekali di Amerika Serikat – apa jang saja katakan tempoh hari disini ” Hollandsdenken ” tidak ada.
“Hollands denken” itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa “Hollands denken” artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara “That is thinking penny-wise, proud, and foolish”, katanja.
“Thinking penny-wise, proud and foolish”. Amerika, orang Amerika berkata ini, “Thinking penny-wise” artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa ndak?…….. satu sen……..satu sen……… “Thinking penny-wise”………”Proud” : congkak, congkak, “Foolish” : bodoh.
Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan “Hollands denken” itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir “penny-wise, proud and foolish”
Jang tidak mempunjai “imagination”, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian – Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai “imagination”, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.
Washington Monument, didirikan tahun 1884
George Washington Monument misalnja,<a href="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/sukarnoo.jpg"><img src="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/sukarnoo.jpg?w=300" alt="sukarnoo" width="300" height="152" class="alignleft size-medium wp-image-768" /></a>
tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai “imagination” itu, Saudara-saudara.
Bangsa jang tidak mempunjai : imagination” tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai “imagination”………ja, bikin tugu, ja “rongdepo”, Saudara-saudara. Tugu “rong depo” katanja sudah tinggi, sudah hebat.
“Pennj-wise” tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara.<a href="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/sukarnoo.jpg"><img src="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/sukarnoo.jpg?w=300" alt="sukarnoo" width="300" height="152" class="alignleft size-medium wp-image-768" /></a>
Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan – Pak Winarno di Palembang – Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja “ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi” – Saja diam sadja -“Sungai Ogan” – Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!
Kalau bangsa dengan “imagination” zonder tjagak, Saudara-saudara !!
Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.
Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, “imagination”, “imagination” “imagination”!!! Tjiptaan besar!!!
Jembatan raksasa Golden Gate di San Francisco,sudah berdiri sejak tahun 1937
Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”.
Candi raksasa Borobudur di Indonesia, sudah berdiri sejak abad 9 Masehi!<a href="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/images2.jpg"><img src="https://topplanet.files.wordpress.com/2014/09/images2.jpg?w=300" alt="images" width="300" height="160" class="alignleft size-medium wp-image-766" /></a>
Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : “We have only scratched the surface ” – Kita baru
nggaruk diatasnja sadja.
Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta’ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? – Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium pula.
Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas “imagination”, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.
Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.
Sumber: penasoekarno.wordpress.com/2010/09/23/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/

Fitnah syubhat dan syahwat

fitnahhhApabila kita memperhatikan penyebab lemahnya iman, kotornya dan segala hal yang menyebabkan turunya iman adalah karena banyaknya dosa dan kemaksiatan yang dilakukan, ataupun meninggalkan kewajiban yang telah ditentukan. Perusak iman sangat banyak dan beragam, namun menurut Imam Ibnu Abi ‘Izz Al-Hanafi kesemuanya itu bermuara pada dua hal yaitu: Syubhat dan Syahwat.

Pertama: Fitnah syubhat

Menurut Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah penyebab fitnah ini adalah lantaran lemahnya imam seseorang dan sedikitnya ilmu yang dimilikinya disamping niat yang rusak dan gelora mengikuti hawa nafsu yang membara dalam jiwanya.

Fitnah syubhat ini meliputi berbagai bidang garap, diantaranya adalah: yang pertama bidang aqidah.

Aqidah merupakan kekuatan keimanan seorang muslim. Dari kekuatan aqidah ini akan muncul semangat dalam jiwa seorang untuk mengaplikasikan bentuk-bentuk ibadah yang disyariatkan Allah kepada manusia. Oleh karenanya kemurnia aqidah merupakan hal yang sangat menentukan bagi diterima atau tidaknya suaut amal.

Allah tidak akan menerima amal seseorang yang aqidahnya menyimpang karena terkena fitnah syubhat dan di antara contoh fitnah syubhat yang paling berbahaya di bidang aqidah adalah fitnah kemusyrikan.

Memang, nampaknya secara langsung kita tidak mendapatkan ada seorang muslim yang nyata-nyata menyembah berhala, sujud kepada patung, atau menyembah pohon dan batu besar yang keramat. Namun ada beberapa fenomena yang secara ikhlas tampaknya tidak menyimpang, akan tetapi pada hakekatnya hal itu hukumnya sama seperti menyembah patung, dalam arti termasuk dalam perbuatan syirik. Seperti mengakui adanya kekuatan selain Allah, mengganti hukum Allah dengan hukum manusia, memasang jimat dan sesaji. Semua itu menyebabkan rusaknya tauhid dan aqidah kita lantaran syubhat-syubhat tersebut.

Sisi lain yang termasuk dalam fitnah syubhat dibidang aqidah adalah menjamurmnya aliran-aliran keagamaan yang menyimpang dari aqidah yang benar, seperti Mu’tazilah, Khawarij, Syi’ah, Jabariyah, Jahmiyah dan aliran-aliran yang menyimpang lainya.

Masing-masing aliran keagamaan ini memandang bahwa aliran dan kelompok merekalah yang paling benar, sementara selain mereka adalah kelompok yang sesat. Dan untuk membenarkan ajaran mereka, merekapun mengadopsi dalil-dalil dari al-Quran dan as-Sunnah kemudian mencocokanya hawa nafsu mereka ambil, sementara yang bertentangan dengan hawa nafsu mereka, mereka campakan dan mereka singkirkan jauh-jauh.

Fitnah Syubhat yang kedua adalah fitnah syubhat dalam bidang ibadah.

Fitnah ini tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan fitnah yang pertama, karena fitnah ini akan menjerumuskan pelakunya ke jurang kesesatan. Pengertian fitnah syubhat dalam bidang ibadah adalah melakukan bentuk-bentuk ibadah tertentu yang sebenarnya tidak ada tuntunanya dari Rasulullah SAW lalu menyatakan hak itu adalah sunnah. Ringkasnya, fitnah syubhat dalam bidang ibadah adalah bid’ah.

Oleh karena itu, fitnah syubhat dalam bentuk ini lebih disukai oleh Iblis dari pada perbuatan maksiat yang dilakukakan oleh seseorang. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sufyan At-Sauri, Perbuatan bid’ah itu lebih disukai daripada perbuatan maksiat, karena orang yang melakukan perbuatan maksiat akan bertaubat sementara orang yang melakukan bid’ah tidak akan bertaubat dari kebid’ahanya.

Walhasil bid’ah adalah fitnah syubhat yang harus kita hindari agar ibadah kita kepada Allah benar-benar murni dan bersih dari noda-noda yang mengotorinya, karena semua jenis bid’ah dalam dien adalah sesat meskipun menurut pandangan kita adalah baik. Dalam hal ini Abdullah bin Umar berkata,”Setiap bid’ah itu adalah sesat, sekalipun orang-orang memandangnya hal itu tampaknya baik.”

Adapun jenis fitnah yang kedua adalah: Fitnah Syahwat

Pengertianya adalah segala perbuatan yang dapat mengikis, mengotori dan melemahkan iman seseorang yang berasal dari hawa nafsu. Nama lain dari fitnah itu adalah maksiat.

Fitnah ini juga amat berbahaya, lantaran dapat merusak iman seseorang. Karena menurut aqidah dan keyakinan yang telah menjadi kesepakatan ulama ahlus sunnah wal jama’ah seperti yang dituturkan oleh Imam Al-Bukhari, Imam Ahmad dan lain-lainya, bahwa imam itu bertambah dan berkurang, bertambah kerena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.

Oleh karenanya, para salaf mengajak kita untuk berhati-hati terhadap hal ini, sebagaimana nasehat mereka yang patut untuk kita renungkan yaitu perkataan Ibnu Qoyyim beliau berkata,”Waspadalah kalian terhadap dua tipe manusia, pengikut hawa nafsu yang diperbudak dan pemburu dunia yang telah dibutakan (hatinya) lantaran dunia (yang telah diraihnya).

Orang yang terkena fitnah syahwat cenderung malas untuk beribdah, bahkan dalam kondisi imanya yang kritis ia tidak segan-segan untuk meninggalkan perintah Allah dan laranga-Nya. Terkadang ia sadar bahwa apa yang dilakukanya itu salah, namun karena bisikan dan dorongan hawa nafsunya lebih kuat, maka hal itu menjadikanya merasa ringan untuk mengabaikan perintah Allah, melalaikan kewajiban yang semestinya ia lakukan dan melanggar yang seharusnya ia jauhi.

Fitnah syahwat ini bermacam-macam bentuk dan jenisnya, diantaranya sebagaimana yang disebutkan dalam firma-Nya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(Ali-Imran: 14)

Orang yang bijak adalah orang yang mampu mengengkang dan menundukan hawa nafsunya dan beramal shalih sebanyak-banyaknya untuk menghadapi pertemuan dengan Allah. Ia sadar bahwa hidup di dunia ini adalah sementara, sedangkan kehidupan yang kekal adalah kehidupan akhirat. Rasulullah SAW bersabda,

Orang yang bijak adalah orang yang mampu menundukan hawa nafsu, mengintropeksi dirinya dan beramal untuk menjadi bekal setelahnya. (HR. Ahmad, At-Trinidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Sumber: pondokalizzah.wordpress.com/

Satu Kata dan Perbuatan

quranAllah SWT berfirman, “Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?” (QS al-Baqarah [2]: 44).

Pertanyaan di atas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas terhadap orang yang mengajak kebajikan akan tetapi dia sendiri lalai menjalankan tugas. Para Ulama’ berbeda pendapat tentang arti kata “al-birr” (kebajikan) dalam ayat ini diantaranya mempunyai arti:

Pertama, berpegang teguh pada taurat. Mengikuti Nabi Muhammad saw, yaitu seorang Yahudi berpesan kepada kerabatnya secara rahasia agar ia mengikuti Nabi Muhammad saw, dengan mengatakan bahwa beliau adalah Rasul yang haq, tetapi dia sendiri tidak mengikutinya, sebagaimana terdapat dalam Shahih Al bukhari (hadits no; 1356) dari Anas ra ia berkata: bahwa ada seorang anak Yahudi membantu Nabi Muhammad saw, ketika anak itu jatuh sakit maka ditengoklah oleh Nabi saw, kemudian beliau duduk disamping kepalanya sambil berpesan: “Masuklah Islam”, maka anak itu menolehkan wajah kepada bapaknya yang ketika itu berada di sisinya, langsung saja si bapak menjawab: “Taatilah Abul Qasim” dengan serta merta anak itu masuk Islam, ketika Nabi saw keluar beliau berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dia dari api neraka”.

Kedua, shadaqah. Menganjurkan orang lain untuk mengikuti Nabi saw, yaitu sekelompok kaum Yahudi memberitahukan kepada manusia tentang kedatangan seorang Nabi dalam waktu dekat, dan menganjurkan mereka untuk mengikutinya. Ketaatan secara umum, maknanya adalah apakah kalian mengajak orang lain untuk taat kepada Allah dan membiarkan diri kalian sendiri bermaksiat kepadaNya.

Masih ada pendapat-pendapat yang lain, tetapi yang paling tepat dari kata ‘Albirr” adalah ketaatan (kebajikan) secara umum sehingga arti yang pertama itu sudah termasuk di dalamnya.

Ayat ini meskipun dalam konteksnya berkenaan dengan “orang Yahudi” tetapi maknanya berlaku untuk umum, termasuk siapa saja yang mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan dan membiarkan dirinya lalai tidak mengerjakannya.

Al Hafizh ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksud ayat ini bahwa Allah mencela mereka atas tindakannya, dan mengingatkan mereka akan kesalahannya yang mengenai hak diri mereka sendiri dimana mereka mengajak orang lain berbuat kebajikan tetapi mereka sendiri tidak melakukannya.

Allah mencela orang yang mengajak kepada kebaikan tetapi dia sendiri tidak melakukannya. Terlebih lagi jika yang menganjurkan kebaikan itu seorang yang alim (mengetahui), tentu lebih wajib baginya untuk melaksanakan apa-apa kebaikan yang telah dianjurkannya.

Allah SWT berfirman, “Dan aku tidak berkehendak untuk menyalahi kalian (dengan mengerjakan) yang aku larang. Aku hanya menginginkan perbaikan semampuku. Aku hanya mendapatkan taufik dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nyalah aku kembali.” (QS. Huud-88). Wallahua’lam.

Sumber:pondokalizzah.wordpress.com

Inilah Tiga Hikmah Wudhu Bagi Kesehatan

wudukPenetapan syariat adalah hak mutlak bagi Allah Swt semata. Seorang Muslim tidak patut mempertanyakan, mengapa harus berwudhu dahulu sebelum shalat? Mengapa gerakan shalat ada ruku dan sujudnya segala? Hal itu mutlak wewenang Allah Swt Sang Pembuat Hukum bagi para makhluknya.

Kita hanya bisa memetik ibrah dan hikmah dari apa yang telah ditetapkan Allah Swt melalui syariat-syariatnya. Hikmah tersebut bukanlah tujuan dari pelaksanaan sebuah syariat. Ia hanya menjadi buah dan hadiah dari Allah Swt sebagai ketaatan hamba kepada syariat yang telah dibuat-Nya.

Sebagaimana hikmah yang terkandung dari wudhu diantaranya menjadikan kita sehat dan segar. Seorang hamba tidak berwudhu dengan bertujuan agar tubuhnya sehat dan segar. Ia berwudhu haruslah semata-mata karena tunduk menjalankan perintah Rabb-nya. Adapun manfaat dari wudhu yaitu sehat dan segar adalah hadiah Allah kepadanya yang telah menunaikan perintah Allah.

Demikian juga beberapa hikmah diantara manfaat disyariatkannya wudlu. Bukan sebagai tujuan kita untuk berwudlu karena sejatinya wudlu hanya semata-mata untuk menunaikan perintah Allah. Namun hal tersebut sebatas memotivasi dan mendorong kita untuk senantiasa menjaga wudlu.

Pertama, memelihara kesehatan jasmani agar senantiasa segar dan sehat. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk diantaranya dengan menjaga kebersihan jasmani. Kebersihan jasmani erat kaitannya dengan shalat dan wudlu.

Kebersihan menjadi pangkal pokok kesehatan. Di sinilah terletak salah satu rahasia atau hikmahnya berwudlu. Maka Islam mewajibkan setiap orang yang hendak shalat membersihkan tubuh terlebih dahulu, yaitu mencuci muka, membasuh tangan, sebagian kepala, dan seterusnya. Hal itu harus dilakukan secara tertib dan kontinyu.

Prof Dr Jamieson, seorang pakar kesehatan dari Jerman mengatakan bahwa mencuci badan dan mandi sangat menguntungkan bukan saja untuk membersihkan tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta merangsang alat- alat pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat.

Menguatkan kulit sangatlah penting, karena dapat menghindarkan sejumlah penyakit seperti salesma atau pilek, radang kerongkongan, batuk, radang paru-paru, radang selaput paru-paru, TBC dan lain sebagainya.

Satu-satunya cara untuk menguatkan kulit adalah setiap hari adalah membasahi atau membasuh kulit badan dengan air dingin.

Jelas kiranya betapa pentingnya pemeliharaan badan. Dengan melakukan wudlu dan mandi, kesehatan badan kita akan tetap terpelihara.

Kedua, Memelihara Pikiran dan Akal. Akal adalah salah satu unsur yang amat vital dalam diri manusia. Tak ubahnya seperti barometer yang dapat mengukur naik-turunnya temperatur. Akal jugalah yang dapat membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang membangun dan yang menghancurkan.

Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw memberikan pandangan, “Akal adalah cahaya dalam hati yang membedakan antara yang hak dan yang batil”. Selanjutnya Rasulullah Saw memberikan ulasan, “Tiap-tiap sesuatu mempunyai alat dan alat orang yang beriman ialah akal. Tiap-tiap kaum mempunyai pengasuh (penggembala), dan pengasuh orang-orang mukmin ialah akal. Tiap kaum mempunyai penggerak kehidupan, dan penggerak kehidupan seorang hamba ialah akal”.

Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk menumbuhkan, mengembangkan dan memelihara akal ialah mengisinya dengan iman. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin cerdas pula akalnya, dan setiap kecerdasan pada umumnya medatangkan kebaikan, kemajuan, keberuntungan dan lain-lain.

Orang-orang yang berilmu itu mempunyai posisi yang tinggi sebagaimana Allah Swt berfirman “Niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan”.(QS. Al-Mujadalah: 11)

Ketiga, memelihara akhlak atau moral. Akhlak atau budi pekerti itu adalah soal yang esensial menurut pandangan agama Islam. Termasuk di antara tiga kerangka pokok dasar ajaran Islam (aqidah, syari’ah, dan akhlak).

Dalam Alquran banyak ditemui ayat-ayat yang berkenaan dengan soal moral itu, sifat-sifat yang terpuji yang harus dipupuk dan dikembangkan. Pribadi Rasulullah Saw dilukiskan oleh Allah Swt sebagai teladan. Sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya engkau (hai Muhammad) mempunyai budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam: 4)

Dalam kehidupan manusia, moral atau akhlak dapat diibaratkan laksana bunga dalam satu taman. Bagaimanapun luas dan indahnya taman, tapi kalau tak dihiasi dengan kembang, maka taman itu tidak jauh berbeda seperti kuburan.

Untuk itulah setiap muslim yang beriman, tidak boleh menyia-nyiakan hidup ini dengan tidak beribadah. Badan yang sehat dan jiwa yang “sehat” akan menopang kehidupan di dunia untuk memperoleh keselamatan di hari nanti.

Apabila selesai berwudlu disunnatkan untuk membaca syahadat sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut ini. Dari Umar RA Rasulullah Saw bersabda, “Apabila ada diantara kamu berwudlu, lantas ia menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Aku bersaksi bahwa Muhammad itu Rasul-Nya, maka dibukakan baginya beberapa pintu syurga yang delapan yang dimasukkan dari mana saja dikehendakinya.” (H.R Muslim)

Oleh Tirmidzi selain syahadat, ditambahkan pula doa, “Ya Allah, jadikanlah aku ini dari orang-orang yang tobat dan jadikanlah aku ini orang-orang yang suci.”

Itulah kesempumaan wudhu yang dapat mencerminkan sikap hidup manusla muslim. Wudhu adalah salah satu unsur pokok yang harus dipelihara oleh seorang muslim. Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya memelihara kesehatan dan moral (akhlak) dari bencana.

Ada tiga unsur pokok yang harus dipelihara untuk membina pribadi, di antaranya memelihara kesehatan jasmani, memelihara pikiran (akal), dan memelihara moral (akhlak).

Sumber: Hikmah Shalat Untuk Pengobatan dan Kesehatan, Oleh Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/01/m6gg5i-inilah-tiga-hikmah-wudhu-bagi-kesehatan

Menteri Soekarno di Dwikora II Paling Banyak, 132 Orang

sukarnoSiapakah Presiden yang memiliki pembantu paling banyak, jawabnya adalah Soekarno. Sebab, di era Kabinet Dwikora II, Soekarno memiliki pejabat menteri dan setingkat menteri hingga 132 orang.

Dwikora II adalah kabinet yang dibentuk pada 24 Februari- 28 Maret 1966. Kabinet ini merupakan kabinet keenam pada era Demokrasi Terpimpin. Saat itu, Soekarno membubarkan parlemen pada 5 Juli 1959 melalui Dekrit Presiden. Dengan dekrit tersebut, Soekarno mengembalikan peran Presiden secara penuh, seperti di era republik pertama tahun 1945-1949.

Kabinet pertama di era Demokrasi Terpimpin adalah: Kabinet Kerja I (10 Juli 1959-18 Februari 1960) dengan 33 menteri. Kabinet Kerja II (18 Februari 1960-6 Maret 1962) 40 menteri, Kabinet Kerja III (6 Maret 1962-13 November 1963) 60 orang menteri, Kabinet Kerja IV 66 orang, Dwikora I sebanyak 110 orang, dan Dwikora II sebanyak 132 orang.

Selanjutnya, Dwikora III, Ampera I, serta Ampera II, masing-masing 79, 31, dan 24 orang menteri dan setingkatnya.

Berikut adalah susunan Kabinet di era Dwikora II:

  1. Presiden menjabat sekaligus sebagai Perdana Menteri.
  2. Presidium yang berisikan 6 orang wakil perdana menteri. Saat itu adalah: Soebandrio, J. Leimena, Chaerul Salehn, Idham CHalid, dan Mayjen Ahmad.
  3. Kompartemen Luar Negeri.
  4. Kompartemen Hukum dan Dalam Negeri (lima menteri termasuk koordinatornya): Menteri/Ketua MA, Jaksa Agung, Menteri Kehakiman, Menteri/Gubernur DKI Jakarra.
  5. Kompartemen Pertahanan Keamanan (KASAB). 7 Menteri termasuk koordinator dan wakil koordinator, Panglima Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Panglima Angkatan Kepolisian.
  6. Kompartemen Keuangan.
  7. Kompartemen Pembangunan.
  8. Kompartemen Perindustrian Rakyat.
  9. Kompartemen Pekerjaan Umum dan Tenaga.
  10. Kompartemen Pertanian dan Agraria.
  11. Kompartemen Maritim.
  12. Kompartemen Kesejahteraan.
  13. Kompartemen Urusan Agama.
  14. Kompartemen Pendidikan/Kebudayaan.
  15. Kompartemen Perhubungan dengan Rakyat.
  16. Penasehat Presiden.
  17. Menteri Negara diperbantukan kepada Presidium.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2014/09/15/339/1039071/menteri-soekarno-di-dwikora-ii-paling-banyak-132-orang

Anak adalah titipan dari yang kuasa

Pepatah menyatakan “Anak adalah titipan dari yang kuasa” seperti juga pujangga besar Khalil Gibran, dalam sebuah puisinya yang sangat popular menyebutkan”…. Mereka adalah putra putri kehidupan. Dari kita mereka ada…tetapi mereka bukanlah milik kita…..dst .
Sesungguhnya, setiap manusia (anak atau dewasa), memiliki hak-hak yang melekat sejak dia menghirup oksigen di muka bumi ini. ”. Ironisnya, banyak orang tua yang sering memperlakukan anak-anak mereka dengan semena-mena, otoriter, dengan anggapan, sampai kapanpun anakku adalah anak-anak, yang harus menuruti segala kehendak orang tua. Walaupun yang disebut anak itu mungkin saat ini telah memiliki anak-anak mereka sendiri.

Orang tua = hakim ??

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, maka mendidik anak adalah seni kehidupan yang sangat unik dan spesifik.
Setiap hari menyaksikan ulah anak-anak, dan begitu kenakalan terjadi, hati dan pikiran kita bereaksi, mau diapain anak ini?Cukup diberi pengertian? Atau diperingatkan keras? Atau harus dicubit? Atau …..?
Saat itulah kita siap memvonis bagai seorang hakim. Maka, emosi, kebijaksanaan dan wawasan berpikir sebagai orang tua sangat menentukan, apakah anak merasa diperlakukan secara wajar dan adil oleh orang tuanya terhadap ulah mereka.

Pada sebuah seminar, ada seorang peserta yang bertanya tentang bagaimana kami mendidik anak? Dengan cara baru atau lama? Nah lho, mendidik anak dengan cara baru? (setiap anak melakukan kesalahan, cukup diberi pengertian). Dan cara lama? Dengan pukulan atau kekerasan! Menurut saya, mendidik anak tidak ada cara baru atau lama. Karena kita yang paling tau karakter anak-anak kita, maka cara apapun, asal tidak ekstrim, tidak masalah.

Apakah dalam mendidik anak perlu dipukul? Atau tindakan fisik?

Bagi saya, bila memang diperlukan, bisa saja dilakukan pemukulan (bukan dalam taraf membahayakan). Sekali lagi, kita lah yang paling tau karakter anak sendiri, selama niatnya baik dan kemudian diberi pengertian benar, saya yakin, sebuah pendidikan tidak berbatas pada vonis pemukulan berarti tindak kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi lebih dari itu, mendidik anak berarti menghantar mereka dalam pembentukan karakter dan kepribadian sebagai bekal menjadi diri mereka sendiri. Sehingga dikemudian hari, mereka mampu tampil sebagai pribadi yang baik, berguna bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungannya.

Karena setiap anak memiliki karakter khas yang berbeda satu sama lain, maka temukan metode dan mendidik anak sesuai dengan karakter mereka masing-masing sehingga anak tidak hanya mampu memperbaiki diri dari sebuah kesalahan tetapi juga terdorong untuk senang secara terus-menerus mengembangkan sisi baiknya.

Penutup.

Keluarga adalah basis pendidikan yang paling utama, dan orang tua merupakan figure utama pendidik dalam keluarga. Keteladanan orang tua merupakan pola pendidikan yang paling ringkas, simple dan efektif. Kasih sayang dan komunikasi antar anggota keluarga ditambah dengan contoh nyata dari figure orang tua merupakan unsur penting dalam mendidik buah hati kita. Orang tua yang luar biasa adalah orang tua yang disegani, ditaati dan diteladani oleh anak-anaknya.

Pertanyaan Penting dalam Wawancara Kerja

Wawancara kerja bisa sangat menegangkan. Bagaimanapun, sulit untuk mengetahui pertanyaan seperti apa yang mungkin ditanyakan oleh calon atasan Anda. Kami mendapat saran dari Lindsey Pollak, penulis buku “Getting from College to Career: Your Essential Guide to Succeeding in the Real World”, sebagai bekal terkait pertanyaan yang harus siap Anda jawab nantinya.

  1. Berapa gaji yang Anda harapkan?
    Berikan kisaran gaji yang tepat sesuai dengan pekerjaan Anda (lihat di situs Glassdoor.com). Kemudian, berikan jumlah yang sedikit lebih tinggi dari kisaran tadi untuk memberikan ruang negosiasi.
  2. Apa yang Anda kerjakan di pekerjaan sebelumnya?
    Ini adalah salah satu pertanyaan yang menyebalkan, namun para pengusaha sering menanyakannya, jadi bersiaplah. Anda dapat mengatakan bahwa perusahaan Anda sebelumnya meminta kepada Anda untuk tidak mengungkapkan informasi saat dulu Anda dipekerjakan, atau berikan saja informasi yang tidak mendetail. Mereka mungkin saja memeriksa, jadi jawab dengan dengan jujur. Itu berarti, gaji Anda saat ini seharusnya tidak mendikte masa depan Anda.

  3. Apa kelebihan dan kelemahan Anda?
    Jangan membuat kelebihan sebagai kelemahan Anda. Mereka tidak akan jatuh untuk itu. Sebaliknya, berbicaralah apa adanya dan bagaimana Anda mencoba untuk memperbaikinya. Cobalah mengatakan seperti, “Saya dulu merasa gugup saat menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering saya melakukannya, maka akan semakin menjadi mudah.” Dengan menunjukkan bahwa kelemahan Anda seolah-olah terjadi di masa lalu, (dan tunjukkan bahwa Anda peduli soal itu) itu berarti Anda bersedia untuk berubah dan berkembang.

  4. Apakah Anda dekat dengan atasan lama Anda?
    Anda memiliki atasan yang mengerikan. Pewawancara tidak perlu tahu itu. Ditambah, mengungkapkan keburukan mantan bos Anda adalah sesuatu yang berbahaya, karena pewawancara mungkin akan merasa khawatir bila suatu saat Anda akan melakukan hal yang sama kepada mereka jika Anda ternyata diterima bekerja. Cukup katakan “ya” dan lanjutkan hal yang lain.

  5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda?
    Jangan pernah mengeluh atau mengkritik sesuatu yang terjadi di masa lalu di pekerjaan Anda. Cobalah katakan sesuatu seperti, “Pekerjaan lama saya tidak sesuai dengan harapan saya, dan saya ingin tantangan yang baru.” Kemudian ungkapkanlah hal lainnya.

  6. Bagaimana Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?
    Jangan berkata samar-samar. Berikan contoh nyata seperti, “Saya pernah diberi proyek besar di menit-menit terakhir.” Kemudian jelaskan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut (mengerjakannya hingga larut malam, meminta bantuan dari sesama karyawan, dan lain-lain) dan jelaskan hasil akhirnya.

Sumber: hermantusiadi.wordpress.com

Tayyibah Taylor: Dunia Belum Lihat Keindahan Islam

tayyibah-taylor-_140908075605-182Tayyibah Taylor lahir di Trinidad di Karibia. Kedua orang tuanya berasal dari Barbados. Ketika berusia tujuh tahun, ayahnya memutuskan pindah ke Texaco, Kanada. “Jadi saya dibesarkan di Toronto, saya dididik di sana; Aku pergi ke University of Toronto,” ungkap Tayyibah, seperti dilansir onislam.net, Rabu (10/9).

Tayyibah rutin menghadiri gereja, meski dalam hatinya tidak sepakat dengan konsep trinitas yang menjadi doktrin gereja. Ketika usia remaja, Tayyibah mempelajari agama-agama dunia. Ia pelajari Islam, dan pernah mendatangi masjd. “Jujur saya kagum dengan suara Adzan,” kenang dia.

Tayyibah pernah bertanya kepada salah seorang temannya. “Seperti apa menjadi Muslim, apa yang Muslim percaya, tanya saya. Lalu teman saya mengatakan seorang Muslim itu percaya satu Tuhan, dan percaya terhadap Rasulullah SAW sebagai utusan Allah. Sayapun mengucapkan itu, saat itulah saya menjadi Muslim,” kata dia.

Keputusannya itu hanya merupakan awal dari perjalanan panjang Tayyibah menuju Muslim yang kaffah. Tayyibah berusaha keras untuk menjadi Muslim yang sebenarnya. Ia gunakan kemampuannya berpikir untuk lebih menelaah ajaran Islam.

“Saya pernah mendengar Nation of Islam. Tapi saya tidak pernah sepakat dengan itu. Mungkin, karena saya tidak pernah mengalami rasisme,” kata dia.

Setelah saya menjadi Muslim, hanya ada segelintir warga Kanada yang telah memeluk Islam, salah satunya adalah sepupunya. Ada juga Sheikh Abdullah Hakim. “Kami memiliki komunitas yang sangat kecil, kita ikuti debat, dan mendiskusikan Islam, mengkaji Alquran,” kata dia.

Pada awal 90-an, Tayyibah diundang guna menghadiri konferensi Muslimah di AS. Dari konferensi itu tercetuslah, majalah Azizah. Dari apa yang dijalani Tayyibah, ia melihat Muslimah membutuhkan asupan spritual, dukungan sosial dan intelektual.

Ia melihat keindahan Islam belum terlihat. “Saya pikir Islam akan bangkit kembali dengan prinsip-prinsip Amerika Utara yang menjujung keadilan dan kebebasan. Sehingga tidak ada dikotomi antara Islam dan Amerika,” kata dia.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/09/10/nbon13-tayyibah-taylor-dunia-belum-lihat-keindahan-islam

KISI-KISI UJIAN MID ONLINE SIMULASI DIGITAL KELAS X

UJI MID SIMULASI DIGITAL TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PETUNJUK:

  1. Tuliskan nama siswa, kelas dan nomor induk pada lembar jawab online yang tersedia !
  2. Kerjakan pada lembar jawab online yang tersedia !

  3. Bacalah soal dengan teliti sebelum Anda mengerjakan !

  4. Kerjakanlah soal-soal yang kamu anggap mudah !

Selamat Mengerjakan…